Senin, 01 Agustus 2011

Tetap Sehat Di Bulan Puasa

Bagi para mahasiswa, menjalankan ibadah puasa di tengah-tengah rutinitasnya adalah seni mencapai kesempurnaan ibadah. Bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga saja, cuaca panas, tekanan emosi dan faktor lainnya menyumbang perilaku selama di kampus. So, itu bukan jadi alasan untuk tidak berpuasa, iya kan? Lantas seperti apa menjaga kesehatan di bulan puasa tanpa mengurangi kualitas ibadahnya? Simak tips berikut, dan nikmati bulan penuh rahmat ini dengan keikhlasan menjalankan shaum satu bulan penuh. Lets share...!
1.Kuatkan Niat Jangan pernah beralasan untuk tidak berpuasa, kuatkan niat berpuasa sebagai benteng pertahanan pertama menjalankan ibadah shaum ini. Ingat tidak ada sejarahnya orang bepuasa mati atau bertambah buruk penyakitnya, karena puasa itu sehat. Bahkan sekarang ini banyak sekali metode kesehatan yang mengaplikasikan metode puasa untuk mengobati penyakit. 2. Pentingnya Konsumsi Protein yang Seimbang Agar Tidak Loyo Selama berpuasa, energi utama yang dibutuhkan untuk menghasilkan glukosa (gula) darah adalah protein. Agar tidak cepat lapar, haus dan loyo, menu makanan sahur sebaiknya mengandung protein yang cukup. Paling tidak yang mengandung beberapa kandungan karbohidrat dan lemak (protein hewani) seperti daging, ikan, susu, telor dan keju. Tidak perlu semuanya harus ada, cukup salah satu saja setiap harinya. Ditambah dengan (protein nabati) seperti buncis, kacang hijau, kedelai dan yang lainnya, jika salah satu menu tersebut ada, berarti anda masuk dalam kategori pintar menjaga fitalitas tubuh, melalui konsumsi yang baik saat sahur. Selamat ya... 3. Akhiri Waktu Sahur Segerakan Buka Puasa Salah satu hadits nabi tentang tata cara berpuasa adalah menganjurkan mengahiri waktu untuk sahur dan mensegerakan untuk berbuka puasa. Selain ajakan yang bijak, hadits ini mengajarkan kita untuk disiplin waktu untuk sahur dan berbuka agar tidak terburu-buru melahap makanan dan minuman. 4. Minum Minuman Manis Minum minuman manis, bukan hanya dianjurkan saat berbuka saja. Saat sahurpun minum-minuman manis juga dianjurkan. Tentu minuman manis tersebut terbuat dari gula murni (tebu) atau madu, bukan dari pemanis buatan. Sebab, pemanis buatan selain tidak mempunyai kalori yang baik untuk pencernaan, juga membuat tubuh cepat lemas. Selain itu hindari juga minum air dingin (es) secara berlebih, terutama saat sahur. Alih-alih menghilangkan dahaga, justru akan semakin haus di siang harinya. Nggak mau kan? 5. Vitamin Selama puasa jumlah kalori yang didapat tubuh, baik dari suplai makanan maupun minuman tentu berkurang. Tapi jangan khawatir. Untuk mencukupinya, konsumsi vitamin A dan C sangat dianjurkan yang berasal dari sayuran maupun buah-buahan. Hindari minuman energi yang mengandung zat perangsang, karena unsur kandungan zatnya riskan bagi kesehatan jantung. 6. Pemanasan Sebelum Sahur Setiap kali bangun pagi untuk sahur, biasakan pelemasan otot dengan menggerak-gerakan badan. Selain berfungsi menormalkan suhu tubuh terhadap udara pagi, fungsi lainnya tentu membuat badan dan otot akan terasa lebih segar, sehingga sahur pun terasa senikmat berbuka puasa. 7. Tetap Semangat Berarti Terus Bergerak Puasa jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Di dalam tubuh kita terdapat hormon-hormon yang berperan untuk meningkatkan kadar gula darah yang bekerja melawan hormon insulin. Semakin banyak bergerak, maka semakin meningkatkan hormon-hormon anti-insulin, dan ini sangat baik untuk kesehatan. Sebaliknya hormon ini akan berkurang apabila anda menurunkan aktifitas fisik (tidur dan bermalas-malasan). Inilah salah satu penyebab kadar gula naik yang dapat bermuara pada stroke. Jangan sampai terjadi! Maka hindarilah tidur dan bermalas-malasan (khususnya setelah makan sahurdan berbuka). 8. Pintar Memilih Pakaian Biasanya selama bulan Ramadhan, cuaca cenderung panas. Terik matahari bisa membuat badan terasa lemas, karena banyak keluar keringat, akibat badan diselimuti pakaian yang tebal. Solusinya anda bisa memakai jaket yang sedikit lebih tipis dari biasanya. Hindari menggunakan jaket warna hitam karena mudah menyerap dan mengeluarkan panas, termasuk pada sarung tangan dari kulit dan yang berwarna hitam. 9. Nikmati Berbuka Dengan yang Manis Apa yang paling ditunggu saat seharian berpuasa? Jawabnya pasti saat adzan maghrib tiba. Minumlah minuman yang manis dan hangat terlebih dahulu, hindari berbuka puasa dengan langsung minum air es, karena tensi tubuh belum begitu normal saat pertama kali berbuka, agar tidak terjadi radang tenggorokan. 10. Perbanyak Minum Air Putih Saat berpuasa, kebutuhan cairan tubuh sudah dipastikan akan meningkat. Sebagai ilustrasi, jika seorang pengendara memiliki berat 70 kg maka dibutuhkan paling tidak 2,8 liter air seharinya. Banyak cara untuk mencukupi suplai cairan ini, terutama saat malam hari menjelang tidur. Tak mau kan terkena dehidrasi? Kurangnya cairan akan berakibat fatal pada fungsi organ–organ tubuh, akibatnya konsentrasi juga dikhawatirkan akan menurun terutama saat berkendara. 11. Kejar Waktu Buka Bersama di Rumah Silahkan saja kejar waktu berbuka bersama di rumah, asalkan keadaan jalanan saat pulang kuliah memungkinkan. Tapi kadang kondisi lalu lintas tidak mengijinkan, jadi sebaiknya tidak perlu memaksakan diri untuk berbuka bersama di rumah. Tidak perlu ngegas-nglakson dan nyelap-nyelip untuk kejar waktu. Toh saat adzan magrib berkumandang, kita bisa menepi mencari warung yang aman untuk sekedar membatalkan puasa. Tentu banyak kebiasaan positif yang bisa kita bangun di bulan puasa. Karena pada akhirnya nilai ibadah puasa itu sendiri yang akan kita kejar, tanpa pandang profesi apapun. ”Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga perjuangan satu bulan penuh di bulan Ramadhan, membuat kita menjadi pribadi yang maju di dunia dan akherat. Amin. Teks: Awan SB Foto: Ist

Selasa, 26 Juli 2011

Final Yamaha Cup Race seri Sumatera 2011 di Bengkulu Cuaca Panas Ganggu Konsentrasi Pembalap

Seri final Yamaha Cup Race (YCR) seri Sumatera akhirnya berlangsung di Sirkuit STQ, Bengkulu (24/07). Diikuti oleh 215 starter, cuaca panas hingga 39 derajat celsius, membuat beberapa tim kehilangan podium utama karena mesinnya jebol di tengah jalan.

Tim Yamaha Ninos Eneos sebagai salah satu tim papan atas wilayah Sumatera harus rela kehilangan dua podium utama sekaligus karena dua kali mesinnya jebol, melalui pembalap utamanya-Teddy Permana yang turun di kelas seeded (MP1 dan MP2). Jebolnya mesin karena cuaca panas juga menimpa tim lainnya baik tim pabrikan maupun tim privateer.

“Panas banget cuacanya. Makanya saat final MP1 di race akhir, saya memilih main aman di urutan kedua di bawah Becky saja, karena mesinnya kalau dipaksakan bisa jebol, dan malah nggak dapat apa-apa” jelas Teddy yang berhasil mengoleksi 475 poin seri YCR se-Sumatera 2011.

Partai final YCR seri Sumatera ini juga menyisakkan dua pembalap yang berhasil lolos untuk bertanding di Yamaha Asean Cup Race (YACR) Desember nanti di Thailand. Kedua pembalap tersebut adalah Teddy Permana (Yamaha Ninos Eneos, Muara Enim) sebagai juara umum di kelas MP1 dan MP2 dan Iqbal Gatra (Gatra Racing Team) sebagai juara umum MP3 dan MP4.

“Perolehan poin saya tipis sekali dengan Doohan (Yamaha Ninos Eneos). Alhamdulillah di final seri Sumatera ini, saya dapat memenangkan dua kelas sekaligus (MP1 dan MP2). Dan secara otomatis saya yang akan mewakili Sumatera berlaga pada ajang YACR” ungkap Iqbal.

Teks dan Foto: Awan SB


Kamis, 23 Juni 2011

IBNU CHALDUN DALAM PANDANGAN POLITIK: MENGGALI KONTEKS GERAKAN DAN PEMIKIRANNYA

Lahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 732 H, bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1332 M yang bernama Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang kemudian masyhur dengan sebutan Ibnu Chaldun. ia wafat di Kairo Mesir pada saat bulan suci Ramadan tepatnya pada tanggal 25 Ramadan 808 H./19 Maret 1406 M
Tokoh yang dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini. Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana. Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Chaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.
Pemikiran-pemikirannya yang cemerlang mampu memberikan pengaruh besar bagi cendekiawan-cendekiawan Barat dan Timur, baik Muslim maupun non-Muslim. Dalam perjalanan hidupnya, Ibnu Chaldun dipenuhi dengan berbagai peristiwa, pengembaraan, dan perubahan dengan sejumlah tugas besar serta jabatan politis, ilmiah dan peradilan. Perlawatannya antara Maghrib dan
Andalusia, kemudian antara Maghrib dan negara-negara Timur memberikan hikmah yang cukup besar. Ia adalah keturunan dari sahabat Rasulullah saw. bernama Wail bin Hujr dari kabilah Kindah.
Kemampuan yang dimiliki oleh Ibnu Chaldun terutama dalam mengolah bentuk berfikir inilah sehingga menjadi sorotan baik pada kalangan barat yang berlairan liberalisme maupun dari kalangan timur, sehingga bisa dipahami dalam konteks perjuangan yang telah dilakukannya lebih mengedepankan tentang penguatan dan pengusaan pada aspek koqnitif berkaitan dengan kemampuan untuk menanggapi terhadap situasi dan kondisi yang terjadi dengan menjadikan alam semesta ini sebagai induk pengetahuan dan ilmu,
Alam Semesta Sebagai Lapangan Pendidikan
Alam semesta menjadi rangkaian rancang bangun pasti alam, dimana rancang bangun pasti alam ada demi untuk menopang rancangan bagun pasti budaya, mustahil memang rancang bangun pasti budaya akan dapat berdiri dengan tegak tanpa ada rancangan bangun pasti alam sebagai penopangnya, dengan demikian alam semesta menjadi induk bagi manusia dalam hal penggalian kemampuan dalam menafsir sekaligus menggungkap kebenaran yang bersifat Illahiyah.
Oleh karenanya disadari atau tidak, bahwa sesungguhnya kehidupan manusia senantiasa berada dan atau tidak mungkin bisa keluar dari lapangan pendidikan yang disebut “alam semesta”, karena ketika sekolah dikatakan sebagai lembaga pendidikan formal, maka sesungguhnya “alam semesta” merupakan sekolah terbesar bagi manusia, karena di dalamnya manusia dapat memperoleh banyak hal tentang pengetahuan kehidupan. Karena itu Ibnu Chaldun berkeyakinan bahwa manusia yang tidak sempat memperoleh pendidikan dari kedua orang tuanya, baik itu pendidikan yang bersifar awal dan mendasar maupun pendidikan yang lebih bersifat kongkrit, maka zamanlah yang akan mendidiknya.
Ibnu Chaldun Dalam Muqaddimahnya
Di dalam kitab Muqaddimahnya Ibnu Chaldun tidak memberikan penjelasan secara detail tentang definisi pendidikan, dalam hal ini, ia hanya memberikan gambaran-gambaran secara umum, seperti dikatakannya bahwa:
Barangsiapa tidak terdidik oleh orang tuanya, maka akan terdidik oleh zaman, maksudnya barangsiapa tidak memperoleh tata krama yang dibutuhkan sehubungan pergaulan bersama melalui orang tua mereka yang mencakup guru-guru dan para sesepuh, dan tidak mempelajari hal itu dari mereka, maka ia akan mempelajarinya dengan bantuan alam, dari peristiwa-peristiwa yang terjadi sepanjang zaman, zaman akan mengajarkannya.
Menurut Ibnu Chaldun dalam awal pembahasannya pada bab empat dari Muqaddimahnya, dia menyatakan bahwa ilmu pendidikan bukanlah suatu aktivitas yang semat-mata bersifat pemikiran dan perenungan yang jauh dari aspek-aspek pragmatis di dalam kehidupan, akan tetapi ilmu dan pendidikan merupakan gejala konklusif yang lahir dari terbentuknya masyarakat dan perkembangannya dalam tahapan kebudayaan. Menurutnya bahwa ilmu dan pendidikan tidak lain merupakan gejala sosial yang menjadi ciri khas jenis insani.
Dengan demikian bahwa bila dikaitkan dengan proses pembangunan bangsa saat ini sebagai upaya untuk membangun Negara bangsa yang lebih memiliki nilai dan berkedaulatan tentu harus dilihat tentang bagaimana konteks gerakan dan perjuangan (Bion Historical) yang pernah ada dan hal ini sangat berbeda dengan konteks keagamaan yang berlaku secara universal dan menyeluruh. Di masing – masing bangsa tentu memiliki ciri karekater tersendiri baik dalam hal budaya, gaya hidup serta model kepemimpinan yang seharusnya menjadi sandaran dalam menuju perubahan
Pandangan Ibnu Chaldun Tentang Suatu Bangsa
Pandangan ibnu chaldun tentang sebuah bangsa, Menurut Ibnu Chaldun, karakter suatu bangsa sangat ditentukan oleh beberapa faktor penting yang terjadi dalam lingkup wilayah bangsa itu sendiri seperti salah satu contoh dan juga banyak contoh-contoh lain yang bisa dijadikan referensi terhadap pemikiran tersebut. Yakni, bangsa yang kalah cenderung meniru bangsa yang menaklukannya karena mengira hanya dengan begitu mereka dapat menang suatu saat. Kejayaan suatu bangsa biasanya hanya bertahan empat atau lima generasi, hal itu dikarenakan generasi pertama adalah generasi pelopor, generasi kedua adalah para pengikut, generasi ketiga merupakan penerus tradisi, lalu generasi keempat tidak lagi menganggap tradisi.
Ibnu Chaldun menganalogikan proses kelahiran dan kehancuran suatu negara dengan kehidupan manusia. Ada tahap-tahap yang mesti dilalui, masing-masing dengan pasang-surut dan pahit-manisnya. Menurut Ibnu Chaldun yang memandang proses sejarah dalam kerangka siklus (ketimbang proses linear ataupun dialektikal), runtuhnya suatu imperium biasanya diawali dengan kedzaliman pemerintah yang tidak lagi memedulikan hak dan kesejahteraan rakyatnya serta sikap sewenang-wenang terhadap rakyat. Akibatnya timbul rasa ketidakpuasan, kebencian dan ketidak pedualian rakyat terhadap hukum dan aturan yang ada
Masyarakat dan negara yang kuat adalah masyarakat dan negara yang padanya terdapat tiga perkara. Pertama, solidaritas kebangsaan yang kokoh, di mana sikap dan perilaku mendzalimi, membenci dan menjatuhkan satu sama lain bertukar menjadi saling memberi, saling menghargai, dan saling melindungi. Ibnu Chaldun menyebutnya ashabiyyah (nasionalisme), kedua, kuantitas dan kualitas sumberdaya manusianya, dan orang-orangnya selalu optimis dan mau terus-menerus bekerja keras. Kesuksesan tidak dicapai sekonyong-konyong, ujar Ibnu Chaldun dalam Muqaddimah,
Kehancuran suatu bangsa diawali dengan perpecahan di kalangan elite penguasa yang kerap berbuntut disintegrasi. Yang paling menarik adalah observasi Ibnu Chaldun: bahwa ketika negara sudah mencapai puncak kejayaan, kemakmuran dan kedamaian, maka pemerintah maupun rakyatnya cenderung menjadi tamak dan melampaui batas dalam menikmati apa yang mereka Miliki dan kuasai. Itulah petanda kejatuhan Mereka sudah dekat.
Kehancuran Sebuah Peradaban
Hancurnya suatu bangsa hampir selalu didahului atau diikuti oleh kenaikan bangsa lain yang mewarisi dan meneruskan tradisi maupun peradaban sebelumnya. Sebagai pengganti yang belum semaju dan secanggih pendahulunya, bangsa yang baru muncul ini cenderung meniru bangsa yang maju sebelumnya hampir dalam segala hal, dari cara berpikir dan bertutur hingga ke tingkah laku dan soal busana. Proses ini bisa berlangsung tiga sampai empat generasi.
Dimasa sekarang kehancuran bangsa sangat erat kaitannya dengan rendah partisipasi masyarakat/bangsa dalam keterlibatan di wilayah Negara, tentu ini ditandai dengan lahirnya rasa apatis dan acuh terhadap situasi yang terjadi disekitar kita, individualistis, konsumerisme dan sikap pragmatis yang begitu kental pada mental generasi
Dalam upaya menghindarkan diri dari kehancuran dan ancaman disintegrasi bangsa semestinya ada upaya pembanguan pola – pola kerja yang lebih progresif dan terukur yakni dengan melakukan upaya pendekatan dan penyelesaian masalah dengan cara yang lebih bersifat persuasive bukan pada tingkat penyelesaiaan secara konsultsatif.

Teks: Mahyudin Husen, Direktur Eksekutive Garuda Muda Institute (GMI)

Editor: Awan
Foto: Awan